Beberapa hari yang lalu dalam suasana yang masih berpuasa di bulan Ramadan, saya tiba-tiba memiliki sebuah ide untuk kembali membuat sebuah nama branding yang bukan nama sendiri. Padahal sebelumnya saya pernah melakukannya dan kemudian berubah mnejadi branding nama sendiri. Berbeda dengan pemikiran sebelumnya, ide kali ini adalah sebuah kolaborasi keduanya. Saya membuat branding pribadi dengan domain ini (masway.web.id) ditambah dengan branding nama baru yang tidak ada hubungannya dengan nama pribadi.
Branding itu bernama DISOGI
Ya betul nama branding terbaru adalah disogi. Mengapa disogi? Saya ingin membuat sebuah nama yang unik tapi memiliki makna. Disogi saya ambil dari bahasa jawa terutama dialek ngapak Banyumasan. Bahkan mungkin tidak semua penutur bahasa ini menggunakan atau mengetahui kata ini.
Makna Disogi
Sebagaimana tadi saya sampaikan bahwa disogi ini berasal dari bahasa jawa khususnya jawa ngapak. Disogi memiliki kata dasar Sog yang memiliki arti simpan, taruh/letakan dan beri. sedangkan awalan di dan imbuhan i memberi makna kata kerja (mohon koreksi jika salah). maka Disogi memiliki arti disimpani, diberi, diletaki.
Sehingga Disogi memberikan makna bahwa blog ini adalah sayana untuk menyimpan dan meletakkan sebuah ilmu yang nantinya untuk dibagikan kepada banyak orang. Harapannya blog ini mampu menjadi salah satu rujukan bahan belajar bagi para pembaca dan peminat dunia IT.
Tidak hanya untuk blog nama disogi.com juga tidak menutup kemungkinan akan digunakan secara luas dalam bidang lainnya. Dengan demikian dpat memberikan manfaat yang lebih luas pada bidang-bidang lain yang terkait.
Perlu Pengorbanan
Ada yang baru tentu ada yang dikorbankan. Yaps betul dengan menaikkan brand baru maka secara otomatis saya melepaskan salah satu blog saya yang sudah memiliki nama dan autority yang tinggi. Mungkin dari pembaca akan bertanya kenapa gak dipakai saja domain/nama yang lama kemudian dikembangkan lagi? Nama ini saya lepas karena saya tidak bisa mengurus lebih banyak lagi blog, saya bekerja sendiri mengurus beberapa blog aktif, channel youtube, media sosial dan pastinya tugas utama yaitu mengajar. Maka dari itu untuk meringkas waktu dan tidak membuat konten/artikel terlalu melebar jadi harus dilakukan efisiensi. Walaupun sangat disayangkan domain dengan authority sudah 43 dibuang begitu saja....
Sementara itu yang ada dalam kepala saya, mungkin jikalau muncul ide baru akan saya perbarui disini. Selamat membaca semoga berkenan....

Posting Komentar
Posting Komentar